GPAI SD Kabupaten Lamongan

Penanda Tanganan SPJ Pencairan TPP, Pembinaan dan Perkenalan Kepala Kemenag Lamongan dan Sosialisasi SIMPATIKA dan SIMPAI





Alhamdulillah atas segala nikmat dan karuniaNYA, serta sholawat dan salam senantiasa terlimpahkan pada Nabi Muhammad SAW

Sebuah pepatah mengatakan "tak kenal maka tak sayang" dalam hal ini Bapak Kepala Kemenag Kab. Lamongan yang baru dilantik bulan April 2017 belum sempat bertemu dan berkenalan dengan Bapak/Ibu GPAI Kabupaten Lamongan, hal inilah yang mendasari perkenalan dan pembinaan oleh Bapak Kepala Kemenag Kabupaten Lamongan

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 8-10 Agustus 2017, yang dibagi dalam 3 wilker, bertempat di Aula Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lamongan yang digabung dengan acara penanda tanganan SPJ Pencairan TPP dan Sosialisai SIMPATIKA dan SIMPAI oleh Bapak Operator Simpatika PAI Kemenag dan Bapak Pengawas Pendidikan Agama Islam (PPAI)

Acara dipandu oleh Bapak Safuan Hadi selaku staf seksi PAI yang baru, acara tersusun sebagai berikut :

1. Pembukaan
2. Sambutan Bapak Kasi PAI
3. Perkenalan dan Pembinaan Bapak Kepala Kantor Kementrian Agama Kab. Lamongan
4. Doa/Penutup
5. Lain Lain
   - Sosialisasi Simpatika
   - Sosialisasi SIM-PAI
   - Penanda Tanganan SPJ
   - Pulang Menuju Ke Rumah

Acara dibuka dengan pembacaan ummul qur'an "Alfatehah"



Dilanjutkan dengan sambutan Bapak KASI PAI dalam hal ini disampaikan oleh Bapak KH. Masduqi Yasin, ada beberapa hal yang disampaikan diantaranya adalah pentingnya bersyukur atas segala karunia yang diberikan Allah salah satunya adalah TPP, untuk itu GPAI harus meningkatkan kinerja supaya rejeki yang didapat menjadi barokah, beliau juga menekankan untuk selalu meningkatkan pengembangan diri, dengan mengikuti diklat/bimtek, ada beberapa guru PAI yang sudah diberangkatkan bimtek/diklat baik tingkat propinsi maupun nasional, untuk itu nantinya guru PAI yang lain harus siap bergantian untuk mengikuti diklat yang dilaksanakan baik di provinsi maupun tingkat nasional, selanjutnya beliau juga menekankan untuk meningkatkan program "Religion Culture" di lembaga masing masing GPAI dengan meningkatkan program program yang berbasis keagamaan dengan tujuan pembentukan karakter yang sesuai dengan nilai nilai keagamaan dan nilai budaya yang mencerminkan bangsa Indonesia, hal ini harus senantiasa dilaksanakan pada peserta didik, dan beliau sangat berharap kegiatan tersebut didokumentasikan dan dishare di grup WA KKG PAI Lamongan dan akan dilanjutkan dishare di tingkat Kanwil sebagai pelaporan, karena beliau menilai kegiatan tersebut masih minim di ekspose di grup WA, kebanyakan berisi informasi yang masih simpang siur.



Acara selanjutnya adalah perkenalan dan pembinaan oleh Bapak Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Lamongan, beliau memperkenalkan diri di depan para GPAI Kabupaten Lamongan, beliau adalah Bapak H. SHOLEH, M.Si. beliau asli Gresik dan beristrikan orang Lamongan, beliau menyatakan baru sempat bertemu dan bertatap muka dengan GPAI menunggu moment yang tepat, Kemenag adalah bagian hidup dari GPAI, untuk itu beliau sangat berharap tugas GPAI adalah menjaga nama baik kemenag, dengan senantiasa berbuat yang baik, GPAI harus sebagai leadership disegala bidang, sebagai panutan dan contoh yang baik, di masyarakat, di lembaga dan dimanapun,beliau disini juga sangat menekankan adalah terutama  pada Performance/Penampilan GPAI harus ditingkatkan, penampilan GPAI harus lebih dari guru guru yang lain, GPAI bisa menjadi tauladan dan  contoh bagi guru guru yang lain. beliau memanggil GPAI beberapa GPAI untuk maju ke depan dan mengamati sekilas penampilan GPAI untuk selalu meningkatkan performance terutama pada identitas diri dan identitas sebaga pegawai negeri sipil (PNS) dengan memakai korpri, karena bagaimanapun itu adalah kebanggaan kita sebagai PNS, dan juga tanda nama dan identitas lembaga. lebih bagus GPAI juga memakai kopyah/peci, kalaupun tidak pakai juga bukan menjadi masalah.

Bapak/Ibu GPAI ketika dipanngil maju ke depan oleh Bapak Kepala Kemenag untuk melihat kelengkapan dan performance GPAI Kab. Lamongan :





Contoh pengembangan program Religion Culture di sekolah :



Acara inti ditutup dengan doa sebelum dilanjutkan pada acara yang berikutnya.


lanjutkan membaca ke hal 2


Label:
Reaksi:

Posting Komentar

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget